Divock Origi, Sang Pembawa Kutukan Baru dari Liverpool

Divock Origi, Sang Pembawa Kutukan Baru dari Liverpool

Penyerang Liverpool Divock Origi menebar kutukan baru yang tidak menyenangkan untuk sejumlah tim yang gawangnya pernah ia bobol.

Sebelumnya, dunia sepak bola khususnya di Eropa sempat digegerkan dengan adanya kutukan dari Drake. Rapper asal Toronto itu membuat sejumlah tim menelan kekalahan ketika ada satu pemainnya yang sebelumnya bertemu dengan dirinya.

Korbannya cukup banyak. Mulai dari Paul Pogba dan Manchester United, Aubameyang dan Arsenal, Aguero dan Manchester City, serta Jadon Sancho dan Borussia Dortmund.

Beberapa atlet dari cabang olahraga lain juga terkena kutukan rapper 32 tahun itu. Sebut saja atlet tenis, Serena Williams dan atlet UFC, Conor McGregor.

Namin kini sepertinya kutukan itu sudah menghilang. Hal itu terjadi setelah tim basket kesayangan Drake, Toronto Raptors, menang atas Golden State Warriors di final NBA.

Tapi kini ada kutukan baru yang muncul. Seperti dilansir givemesportkutukan itu dibawa oleh striker The Reds asal Belgia, Origi. Sebab tim-tim yang gawangnya pernah dijebolnya pernah dijebolnya musim lalu, kini mengalami masa-masa sulit.

Everton

Musim lalu, The Reds menghadapi duel yang alot di deby Merseyside melawan Everton di Anfield. Namun pada akhirnya mereka bisa menang 1-0.

Pencetak gol di laga itu adalah Origi. Ia menjebol gawang Everton pada menit 90+6.

Musim ini, klub Everton mengawali musim dengan buruk. Mereka baru menang dua kali dari enam laga perdananya di Premier League. Alhasil manajernya yakni Marco Silva berada dalam tekanan besar.

Wolverhampton

The Reds akan sempat bertemu dengan Wolverhampton di pentas FA Cup musim lalu. Saat itu Wolves berhasil menang 2-1 di laga yang digelar di Molineux.

Satu-satunya gol The Reds saat itu dicetak oleh Origi pada menit ke-51. Dan pada musim ini, tim asuhan Nuno Espirito Santo itu tampil buruk.

Dari enam laga musim ini, mereka belum sekalipun meraih kemenangan. Kini Wolves terpuruk di peringkat 19 klasemen liga dengan raihan empat poin saja. Padahal musim lalu mereka finis di peringkat tujuh dengan raihan 57 poin.

Watford

Liverpool menjamu Watford di Anfield pada putaran kedua Premier League musim lalu. Di laga yang dihelat pada akhir Februari 2019 itu, The Reds menang telak 5-0.

Sadio Mane dan Virgil Van Dijk menjadi bintang di laga itu dengan sumbangan masing-masing dua gol. Satu gol sisanya dicetak oleh Origi pada menit ke-66.

Musim ini, Watford melempem abis. Mereka menemani Wolverhampton menjadi tim yang sama sekai belum pernah meraih kemenangan di EPL.

Saat ini mereka tergolek di dasar klasemen dengan raihan dua poin saja. Musim lalu, mereka finis di peringkat 11 klasemen dengan raihan 50 poin.

Newcastle

Origi tampil menjadi penentu kemenangan saat The Reds jumpa Newcastle di St James’ Park pada musim lalu. Saat itu, ia mencetak gol sundulan jelang babak kedua berakhir.

Pada akhirnya, The Reds pun menang dengan skor tipis 2-3. Dua gol the Reds lainnya dicetak Virgil Van Dijk dan Mohamed Salah.

Musim ini, Newcastle terpuruk. Mereka ditinggalkan oleh Rafael Benitez dan sekarang ditangani oleh Steve Bruce.

Saat ini dari enam laga, Newcastle hanya bisa menang sekali saja. Mereka kini berada di peringkat 17 klasemen sementara Premier League dengan raihan lima poin saja.

Tottenham

The Reds dan Tottenham bertemu di final Liga Champions musim lalu. Saat itu The Reds keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0.

Origi memastikan Spurs kalah dengan golnya pada menit ke-87. Ia menjebol gawang Hugo LIoris dengan tendangan kaki kiri menyusur tanah usai menerima umpan dari Joel Matip.

Musim ini, Harry Kane dkk tampil labil. Dari enam laga, mereka cuma bisa menang dua kali, imbang dua kali dan kalah dua kali. Saat ini Spurs berada di peringkat ketujuh klasemen dengan koleksi delapan poin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here